Selasa, 02 Mei 2017

CONNECTORS

CONNECTORS

Dalam penggunaannya, dalam sebuah percakapan atau tulisan, kita sering menggunakan kalimat majemuk, yaitu suatu pernyataan yang terdiri dari beberapa kalimat. Kalimat-kalimat ini bisa saja saling menjelaskan atau berlawanan dan lain sebagainya. Untuk menghindari kesalahpahaman pendengar atau pembaca, maka kita perlu menggunakan “ Connector” seperti dijelaskan di bawah ini :
AND
Ketika kita ingin menggabungkan 2 item dalam sebuah kalimat (misalnya benda), maka kita tidak perlu menggunakan koma, namun apabila lebih dari 2, maka gunakanlah koma. Untuk item yang lebih dari 2, penggunaan koma sebelum kata “and” bisa digunakan, bisa juga tidak. Namun apabila kita menghubungkan 2 kalimat, maka gunakan koma sebelum “and”. Perhatikan dengan baik contoh-contoh kalimat di bawah ini :
Contoh :
They saw a cat and a mouse.
(Mereka melihat seekor kucing dan seekor tikus)
He saw a cat, a mouse, a horse, and a donkey.
(Dia melihat seekor kucing, seekor tikus, seekor kuda, dan seekor keledai)
He saw a table, and I saw a chair.
(Dia melihat sebuah meja, dan saya melihat sebuah kursi)
He saw a tableI saw a chair.
(Dia melihat sebuah meja. Saya melihat sebuah kursi)
BUT
Anda juga bisa menghubungkan suatu kalimat dengan menggunakan "but" apabila kedua kalimat itu bertentangan.
Contoh :
I was sleepy but I couldn't sleep.
(Saya mengentuk tetapi saya tidak bisa tidur)
She is rich but she is stingy.
(Dia kaya tetapi dia pelit)
OR
Anda juga bisa menghubungkannya dengan "OR" jika kedua Anda ingin membuat pilihan.
Contoh:
Do you like coffee or tea?
(Mau koipi atau teh?)
Do you want to go home or stay here?
(Kamu mau pulang atau mau menginap disini?)
SO
Jika Anda ingin menghubungkan suatu kalimat, dimana kalimat kedua merupakan akibat dari tindakan pertama (hubungan sebab akibat), maka Anda dapat menggunakan "so".
Contoh:
I have never practice to swim, so I can't swim.
(Saya tidak pernah berlatih berenang sehingga saya tidak bisa berenang)
I always use email for correspondence, so I rarely write letters for correspondence.
(Saya selalu menggunakan email untuk berkorenspondensi, sehingga saya jarang sekali menulis surat untuk korespondensi)
BECAUSE
Untuk menghubungkan kalimat dengan alasannya, maka Anda dapat menggunakan "because".
Contoh:
I called you because I needed you.
(Saya menelpon kamu karena saya membutuhkanmu)
She failed the test because she was lazy.
(Dia gagal karena dia malas)


ADJECTIVES & ADVERBS

ADJECTIVES & ADVERBS

Adjectives (Kata Sifat) adalah kata yang digunakan untuk menerangkan noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti) yang dapat berupa orang (person), tempat (place), binatang (animal), benda atau konsep abstrak.
Contoh:
She’s an excellent singer.
I’ve got a new apartment.

Adverb (kata keterangan) merubah kata kerja, yakni kata keterangan menjelaskan bagaimana sesuatu dilakukan.
Contoh: She learns quickly.
 You can speak English well.

Adjective bisa ditempatkan sebelum kata benda.
Contoh: This is a beautiful bird.
“This is a bird beautiful.” tidak benar.

Kata sifat memberikan informasi seperti ukuran (kecil, besar), bentuk (bulat, persegi), warna (kuning, hijau), kebangsaan (Cina, Polandia), dan opini (baik, buruk). Adjective tidak mengalami perubahan yang tergantung pada jumlah (tunggal atau jamak).
Contoh: She has a cute puppy.
  She has three cute puppies.

Perhatikan bahwa adjective (cute) tidak mengalami perubahan baik dalam bentuk tunggal (puppy) maupun jamak (puppies).
Adjective juga bisa ditempatkan setelah kata kerja tertentu seperti be, feel, look, dan taste.
Contoh: I’m really happy today.
  She’s got a new job so she feels great.
  You look wonderful!
  This chicken tastes delicious.

Adverb adalah kata keterangan. Adverbs dan adjective memiliki kesamaan. Jika ditinjau dari segi filsafat bahasa kedua kata ini diawali dengan kata “Ad” yang memungkinkan adanya arti “Add” atau “penambahan”. Jika adjectives menambahkan kejelasan arti pada kata benda (nouns), maka adverb menambahkan kejelasan terhadap kata kerja (verbs).

Contoh:
 "Joan 
drove carefully along the narrow road" (menerangkan mengendarai dengan sangat hati-hati)
 "He 
speaks english perfectly"
 "It
 rains heavily"
 "Please, 
come quickly"

MODAL AUXILIARY

MODAL AUXILIARY

Modal Auxiliary adalah kata kerja yang bertugas membantu kata kerja utama. Jadi Modal Auxiliary adalah kata kerja pembantu, dan kata kerja utama itu adalah “majikannya”. Contoh: I will explain about modal auxiliary. “Will” adalah kata kerja bantu yang bertugas membantu kata kerja utamanya yaitu “Explain”. Karena hanya pembantu, sehingga ketika dihilangkan tidak akan menjadi masalah dan kalimat tersebut tidak akan kehilangan makna utamanya. Tapi kalau kata kerja utamanya yang dihilangkan, maka kalimat tersebut akan kehilangan makna.
Can/could : be capable of. be able to. manage to
Will/shall : he doing to, be about to
May/might : perhaps, probable, possible, presumable bad better, be supposed to
  • Yang dimaksud dengan be adalah to be seperti: is, am. are, was, dan were.
 Adapun formula dari modal adalah sebagai berikut :
( + ) S + modal + V1 + ( O )
( – ) S + modal + not + V1 + ( O )
( ? ) modal + S + V1 + ( O ) ?
Modal memiliki beberapa penggunaan seperti berikut ini:
1. Can/could
a. Menyatakan kemampuan
Contoh :
  • can cook very well. ( Aku bisa memasak dengan sangat baik. )
  • could not sing this song beautifully. ( Aku tidak bisa menyanyikan lagu ini dengan baik. )
b. Menyatakan kemungkinan
Contoh:
  • Can Call You If I have finished my work. ( Aku bisa meneleponmu jika pekerjaanku sudah selesai. )
  • Could not listen to what he said. ( Aku tidak bisa mendengarkan apa yang dia katakan. )
c. Menyatakan Izin
Contoh:
  • You Can Watch TV after doing your homework. ( Kamu boleh menonton TV setelah menyelesaikan PR-mu. )
  • You Can borrow my novel tomorrow morning. ( Kamu boleh meminjam novelku besok pagi. )
d. Menyatakan permohonan yang sopan.
Contoh:
  • Can I use your phone? Bolehkah aku memakai teleponmu?
  • Could you please tell me where the nearest bank is? Bisakah kamu memberi tahuku di mana letak bank terdekat?
2. May/might
a. Untuk menyatakan kemungkinan (tidak yakin 100%)
Contoh :
  • Tia does not come to the class, she may get up late. ( Tia tidak masuk sekolah. dia mungkin bangun ke- siangan. )
  • shinta might not be angry because I am her boyfriend. Shinta mungkin tidak marah karena aku adalah pacarnya.
b. Untuk menyatakan izin
Contoh:
  • You might meet Your mom. ( Kamu boleh menemui ibumu. )
  • May I ask you a question? Bolehkah aku bertanya padamu?

3. Must / had to

Untuk menyatakan keharusan
Contoh:
  • You must pay all of these. ( Aku harus membayar semua ini. )
  • You must not be late. ( Kamu tidak boleh telat. )
  • We had to keep the secret. ( Kita harus menjaga rahasia ini. )

4. Shall
a. Shall digunakan untuk I dan we. dan Shall digunakan untuk menyatakan suatu rencana.
Contoh:
  • We shall return the books this week end. ( Kami akan mengembalikan buku-buku ini akhir pekan ini. )
  • shall not text you tonight. ( Aku tidak akan SMS kamu nanti malam. )
b. Dalam kalimat tanya, shall digunakan untuk memberikan saran.
Contoh:
  • It is too hot here. Shall I open the window? ( Di sini panas sekali. Bagaimana jika aku membuka jendelanya? )
  • You shall ask me if I want this food. ( Kamu sebaiknya bertanya padaku apakah aku mau makanan ini. )

5. Should
Should digunakan untuk menyatakan saran. Dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki makna sebaiknya. Berbeda dengan mustshould tidak begitu mengharuskan seseorang untuk melakukan saran tersebut.
Contoh :
  • You look so tired, you should take a rest. ( Kamu terlihat sangat capek, kamu sebaiknya beristirahat. )
  • She Should tell me where she will go. ( Dia sebaiknya memberitahuku ke mana dia akan pergi. )
  • Should give You The money? ( Haruskah aku memberimu uang? )
  • You should take the test. ( Kamu sebaiknya ikut tes itu. )

6. Will
a. Digunakan untuk menyatakan suatu rencana (plan)
Contoh :
  • will go to Manado. ( Aku akan pergi ke Manado. )
  • Will you come to my party? ( Akankah kau akan datang ke pestaku? )

b. Digunakan untuk menyatakan kemauan (willingness)
Contoh:
  • will help you. ( Aku akan membantumu. )
  • will lend you the book. ( Aku akan meminjamimu buku. )
  • Will you invite Clara to your birthday party? ( Apakah kamu akan mengundang Clara ke pesta ulang tahunmu? )
c. Digunakan untuk menyatakan perkiraan (prediction)
Contoh:
  • If it rains tonight,  I will not come. ( Jika nanti malam hujan. aku tidak akan datang. )
  • My parents will buy a new house if they have sold the old house. ( Orang tuaku akan membeli rumah baru jika mereka sudah menjual rumah tua. )

7. Would
a. Digunakan untuk menyatakan suatu rencana di masa lampau (plan)
Contoh :
  • would visit Bali last semester but I did not have money. ( Aku akan mengunjungi Bali semester akhir tapi aku tidak memiliki uang. )
  • would sleep last night, but it was too noisy. ( Aku akan tidur semalam tapi berisik sekali. )

b. Digunakan untuk menyatakan permohonan yang sopan.
  • Would you please show your ID card? ( Bisa tunjukkan KTP Anda? )
  • Would you please tell when the train leaves? Boleh tahu jam berapa keretanya berangkat?

8. Ought to
Ought to digunakan untuk menyatakan saran. Namun. saran tersebut tidak begitu kuat atau memaksa.
Contoh :

  • You ought to study tonight. ( Kamu sebaiknya belajar nanti malam. )
  • He ought not to be here. ( Dia seharusnya tidak berada disini. )

AFFIRMATIVE & NEGATIVE AGREMENT, NEGATION, COMMANDS

AFFIRMATIVE & NEGATIVE AGREMENT, NEGATION, COMMANDS

Affirmative Agreement
Saat menunjukkan bahwa seseorang melakukan sesuatu dan kemudian menambahkan yang lain melakukan hal yang sama. Gunakan kata jadi atau juga untuk menghindari pengulangan kata - kata yang tidak perlu dari Pernyataan afirmatif, gunakan kata sambung dan diikuti oleh  Sebuah pernyataan sederhana dengan menggunakan atau tidak. Urutan ini pernyataan akan tergantung pada apakah demikian atau juga digunakan.
·         Bila bentuk kata kerja digunakan dalam klausa utama, bentuk kata kerja yang sama digunakan dalam pernyataan sederhana berikut ini.
Affirmative statement (be) + and + subject + verb (be) + too
                                                                       so + verb (be) + subject
Contoh :  I am happy. You are happy
               - I am happy and you are too
               - I am happy and so are you
·         Bila kata kerja majemuk (kata kerja tambahan +), misalnya, akan pergi, harus dilakukan, telah dilakukan, telah ditulis, harus diperiksa, dan lain-lain terjadi dalam pasal utama, tambahan kata kerja utama digunakan dalam pernyataan sederhana, dan Subjek dan kata kerja harus setuju.
Affirmative statement + and + subject + auxiliary only + too
                                                           so + auxiliary only + subject
Contoh : They will work in the lab tomorrow. You will work in the lab tomorrow
-          They will work in the lab tomorrow and you will too
-          They will work in the lab tomorrow and so will you

·         Bila kata kerja apapun kecuali muncul tanpa bahan pembantu dalam klausa utama, auxiliary lakukan, apakah, atau lakukan digunakan dalam pernyataan sederhana. Subjek dan kata kerja harus setuju dan tegangnya harus sama.
Affirmative statement + and + subject + do, does, or did + too
(single verb except be)                 so + do, does, or did + subject
Contoh : Jane goes to that school. My sister goes to school
               - Jane goes to school and my sister does too
               - Jane goes to school and so does my sister
Negative Agreement
Entah dan tidak berfungsi dalam berbagai pernyataan sederhana begitu juga dalam kalimat afirmatif. Namun, baik dan tidak digunakan untuk menunjukkan kesepakatan negatif. Sama aturan untuk pembantu, lakukan dan lakukan, apakah, atau memang berlaku.
Negative statement + and + subject + negative auxiliary or be + either
                                                   neither + positive auxiliary + subject
Contoh :   She hasn’t seen the movie yet. I haven’t seen the movie yet.
               - she hasn’t seen the movie yet and I haven’t either
               - she hasn’t seen the movie yet and neither have I  
Negation
Untuk membuat kalimat negatif, tambahkan yang negatif partikel tidak setelah auxiliary atau kata kerja. Jika ada tidak ada tambahan atau harus, tambahkan bentuk yang sesuai, apakah, atau melakukan dan menempatkan dalam kata tidak setelah itu.
Contoh : John is rich                           John is not rich
              Mark has seen Bill                Mark has not seen Bill
Commands
Perintah adalah pernyataan penting. Perintah satu orang lain untuk melakukan sesuatu Hal ini bisa didahului dengan mohon. Subjek yang mengerti adalah Anda. Gunakan bentuk sederhana dari kata kerja.
Contoh : Close the door                                  leave the room
               Please turn off the light                   Open your book
Negative commands: Perintah negatif dibentuk oleh menambahkan kata tidak sebelum kata kerja.
Contoh : Don’t close the door
               Please don’t turn off the light
Indirect commands: Biasanya perintah verba, bertanya, kirim, atau katakan digunakan untuk menunjukkan perintah tidak langsung. Mereka diikuti oleh infinitif (to + verb).
Contoh : Jack asked Jill to turn off the light
              The policeman ordered the suspect to be quite